Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Era Digital

Tinjauan Sistematis Literatur 2020–2026

Authors

  • Awaluddin Hidayatulloh Universitas Ahmad Dahlan, Indonesia

Keywords:

Transformasi Digital, Pendidikan Agama Islam, Tinjauan Sistematis Literatur, Teknologi Pembelajaran, Era Digital

Abstract

Artikel ini bertujuan menyajikan tinjauan sistematis terhadap literatur ilmiah periode 2020–2026 mengenai transformasi pembelajaran PAI di era digital, mencakup peluang, tantangan, dan arah strategis pengembangannya. Penelitian menggunakan metode tinjauan sistematis (systematic literature review) dengan penelusuran pada basis data ilmiah berskala besar mencakup Semantic Scholar, PubMed, dan sumber lain, menggunakan strategi pencarian multi-klaster yang menargetkan teori fondasional, pendekatan pembelajaran, terminologi alternatif, perspektif kontras, bidang terkait, dan kajian interdisipliner. Setelah proses penyaringan bertahap terhadap puluhan ribu makalah awal, lima puluh artikel dengan relevansi tertinggi dipilih untuk sintesis kualitatif tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi digital PAI mencakup empat dimensi utama: integrasi teknologi pembelajaran (e-learning, LMS, AI, AR/VR, aplikasi keislaman, dan permainan edukasi), rekonstruksi kurikulum yang memadukan epistemologi Islam klasik dengan pedagogi digital, transformasi peran guru dari transmisi pengetahuan menuju fasilitasi pembelajaran bermakna, serta penanganan tantangan etika digital seperti erosi nilai moral, disinformasi keagamaan, filter bubble, dan kesenjangan akses. Literatur menunjukkan konsensus moderat bahwa teknologi digital meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar PAI, namun mayoritas bukti bersifat kualitatif-konseptual dan belum didukung studi empiris-eksperimental maupun longitudinal yang memadai. Kesenjangan penelitian paling signifikan ditemukan pada dimensi dampak jangka panjang teknologi terhadap pembentukan karakter dan literasi keagamaan peserta didik, generalisabilitas lintas kawasan geografis, serta ketiadaan desain penelitian eksperimental. Artikel ini merekomendasikan paradigma integratif yang memadukan epistemologi Islam, pedagogi digital, dan etika siber berbasis maqāid al-syarī'ah sebagai arah pengembangan pembelajaran PAI ke depan, serta menyerukan penelitian empiris dan longitudinal lintas kawasan untuk memperkuat basis bukti yang masih terbatas.

Downloads

Published

2026-08-14